Roma 12:9-21
Di dunia ini banyak orang yang hidup dalam kepura-puraan. Ada orang kaya pura-pura miskin, sebaliknya yang miskin pura-pura kaya, ada pula yang pura-pura setia, pura-pura mengasihi, bahkan tidak sedikit pasangan suami-istri hidup dalam kepura-puraan, dan masih banyak lagi bentuk kepalsuan lainnya. Sebagai orang percaya kita tidak boleh hidup dalam kepura-puraan, namun hiduplah apa-adanya, artinya jika "Ya" katakanlah "Ya", dan jika "Tidak" katakan juga "Tidak", selain dari itu adalah kepalsuan dan itu semua mempakan dosa. Satu hal yang paling dibenci Yesus adalah masalah kemunafikan, bahkan berkali-kali Yesus menegaskan; "Celakalah hai kamu orang-orang yang munafik" (bnd. Mat. 23: 13-29). Jadi, sebagai orang percaya adalah hal yang dibenci Tuhan jika kita hidup dalam kepura-puraan.
Di dalam ayat bacaan ini dapat kita jumpai bahwa Paulus bukan saja kuat dalam menghadapi tantang tetapi juga dapat menguatkan orang lain di teng; tantangan yang ia hadapi. Hal ini sangat menarik, sebab tidak sedikit orang berkata: "bagaimana mungkin aku dapat menguatkan dan menghibur orang lain sementara aku sendiri sedang dalam masalah besar dan dalam pergumulan berat", tapi Paulus tidaklah demikian, justru ditengah tantangan yang besar, namun ia tetap dapat memberikan kekuatan, penghiburan, dan menjadi berkat buat orang lain.
Justru karena Paulus memberikan penghiburan, dan nasehat-nasehat yang menguatkan iman, menjadikan ia semakin kuat menghadapi tantangan dan bahkan dapat mengalami mujizat-mujizat Tuhan, demikian jugalah hendaknya dengan kita, ketika kita menghibur orang lain kita sendiri akan terhibur, ketika kita mendoakan orang lain kita sendiri akan mengalami mujizat Tuhan, karena Alkitab mencatat; Firman itu seperti pedang bermata dua, ia akan memberkati mereka yang mendengarnya dan juga yang memberitakannya. Paulus sadar bahwa ada tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah yang dipercayakan bagi setiap orang percaya (ayat 2).
Yakobus 2:14-26; Roma 1:17
Memasuki tahun Baru dengan iman. Jika kita bicara tentang iman berarti kita percaya bahwa Allah mencukupi segala keperluan kita. Bagi seorang beriman tahun ini adalah tahun berkat, tahun kemenangan, dan tahun mujizat Tuhan walaupun kondisi dunia semakin hari semakin memprihatinkan, itu semua tidak jadi persoalan karena Alkitab mencatat, "orang benar akan hidup oleh iman", selama kita berjalan dengan iman maka kita akan melihat dan mengalami mujizat-mujizat yang dikerjakan Tuhan.
Berjalan dengan iman berbeda dengan seorang yang berhalusnasi atau berkhayal, karena iman menggunakan pikiran. Jadi orang beriman adalah seorang yang berjuang dengan menggunakan akal budi yang ditaklukanoleh imannya, sehingga dapat berjalan dalam kendali Firman Tuhan.
2 Tawarikh 7 : 11 - 22
Dalam 2 Tawarikh Yesus digambarkan sebagai yang membangun Bait Allah. Bicara tentang Bait Allah, sekarang ini di Israel sudah tidak ada lagi. Orang Yahudi percaya hanya ada satu Bait Allah yaitu yang pernah dua kali didirikan di atas bukit Moria, tetapi sekarang sudah dihancurkan. Yang ada saat ini hanya sinagoga-sinagoga sebagai tempat pertemuan ibadah Orang Yahudi.
Jika Alkitab bicara tentang Bait Allah, Yesus berkata: "Rombaklah Bait Allah ini dan Aku akan membangunnya dalam waktu tiga hari", dengan lain kata Yesus hendak menegaskan bahwa Bait Allah ini akan hancur namun la akan membangunkan Bait Allah yang ketiga, yang dimaksud adalah gereja-Nya atau persekutuan orang-orang percaya. Yesus berkata kepada Petrus: "dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku, dan alam maut tidak akan menguasainya", jadi jika bicara tentang Bait Allah dalam kekristenan artinya bicara tentang gereja Tuhan.
II Timotius 3:1-9
Bicara tentang masa yang sukar, hari-hari ini sesungguhnya hari yang sukar, hari-hari yang jahat dan tantangan semakin berat. Bahkan jauh sebelum masa sukar ini terjadi, sudah dinubuatkan dalam Alkitab (II Tim. 3: 1-2). Masa sukar terjadi bukan hanya disebabkan oleh keadaan alam (terjadinya gempa bumi, bencana alam, peperangan, dan sebagainya), tetapi juga karena prilaku manusia, dimana dijelaskan manusia mulai mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Zaman sekarang orang menganggap uang adalah segala-galanya, karenanya demi uang orang rela menghalalkan segala cara. Sebagai orang percaya kita hams sadar, memang kita perlu uang tetapi janganlah menjadi hamba uang atau janganlah menjadikan uang segala-galanya, kita tetap terus berjalan dalam kebenaran dan Allah sumber segala berkat kita pasti akan mencukupkan kita dalam segala perkara.
Ayub 2:11-13
Di dalam kitab Ayub, Yesus menyatakan diri-Nya sebagai sahabat kita. Sungguh Alkitab mempakan buku yang lengkap, sebab di dalamnya bukan hanya bicara tentang kerajaan Sorga, tetapi Alkitab juga mencatat tentang segala sesuatunya bahkan sampai hal-hal di dalam keseharian hidup kita, termasuk diantaranya tentang Tuhan Yesus hadir ke bumi ini untuk menjadi sahabat kita.
Yeremia 23:9-15
Berita Finnan Tuhan saat ini bicara tentang kutuk. Pelajaran ini menjadi penting karena kutuk membuat seseorang jadi terikat dan hidup dalam penderitaan yang berkepanjangan. Kutuk terjadi atas seseorang memang atas seijin Tuhan, tetapi bukan datang dari Tuhan sebab la tidak pernah merencanakan kutuk atas kita. Rancangan Tuhan bagi kita adalah rancangan tentang hidup dalam berkat-berkat-Nya. Jadi, kalau Tuhan ijinkan hal yang buruk terjadi atas kita itu semua supaya kita sadar dan mau bertobat serta kembali kepada-Nya. Sebab dengan kembalinya kepada Tuhan akan membuat kita dapat hidup meraih berkat-berkat-Nya.

Jumat, 26 November 2010